Janganlah Lalai di Masa Muda dan Menyesal di Masa Tua

by
banner 468x60

Oleh: Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews.id,Kuningan- Setiap orang tentu mendambakan masa tua yang bahagia. Siapa yang tidak ingin memasuki usia senja dalam keadaan sehat, dihormati Masyarakat, dicintai anak cucu, dan dikenang sebagai pribadi yang bermanfaat?. Namun realitas kehidupan menunjukkan bahwa tidak semua orang menikmati masa tua yang demikian. Ada yang semakin dimuliakan seiring bertambahnya usia, nasihatnya didengar, kehadirannya dirindukan, dan doanya diharapkan. Sebaliknya, ada pula yang menjalani masa tua dengan kesepian, kehilangan penghormatan, bahkan mengalami penyesalan yang berkepanjangan karena merasa dibenci anak nya sendiri.

banner 336x280

Islam mengajarkan bahwa masa tua bukanlah sekadar hasil dari bertambahnya umur, melainkan buah dari apa yang ditanam pada masa muda. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan bagaimana kehidupan kita di masa depan. Karena itu, masa muda bukan sekadar masa untuk bersenang-senang, tetapi juga masa terbaik untuk membangun fondasi kehidupan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). 

Hal hal yang Mempengaruhi Manusia Mengalami Kehinaan di Masa Tua

Ajaran Islam mengingatkan bahwa sebagian perbuatan buruk yang dilakukan secara terus menerus dapat meninggalkan dampak panjang hingga seseorang memasuki usia lanjut.

1. Durhaka kepada Orang Tua

Di antara dosa yang paling besar selain menyekutukan Allah adalah dosa menyakiti kedua orang tua. Para ulama mengingatkan bahwa balasan berbuat baik ataupun buruk kepada orang tua sering kali dapat dirasakan bahkan sebelum seseorang meninggal dunia. Dan mereka yang memuliakan orang tuanya biasanya akan memperoleh keberkahan dalam keluarga. Sebaliknya, orang yang menyakiti orang tua berisiko merasakan perlakuan yang sama dari generasi setelahnya. Allah berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23).

2. Kesombongan dan Kezaliman

Ketika masih muda, kuat, berkuasa, atau berharta, sebagian orang meremehkan orang lain. Mereka merasa tidak membutuhkan siapa pun, memandang rendah yang lemah, atau menyakiti orang yang tidak mampu membalas. Selayaknya kita sadari bahwa kekuasaan dan kekuatan sejatinya hanyalah titipan. Ketika usia bertambah dan tubuh melemah, seseorang akan menyadari bahwa penghormatan sejati bukan berasal dari jabatan atau kekayaan, tetapi dari akhlak yang baik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.” (HR. Muslim).

3. Tidak Menjaga Lisan

Lisan yang tidak dijaga dapat menjadi penyebab rusaknya hubungan sosial. Perbuatan lisan seperti Ghibah, fitnah, adu domba, penghinaan, dan perkataan kasar mungkin terlihat ringan, tetapi dampaknya bisa berlangsung bertahun-tahun. Di masa muda dan berkuasa terkadang seseorang merasa bebas mengucapkan apa saja, namun di masa tua kelak dia akan kehilangan sahabat, tetangga, dan orang-orang yang dahulu disakitinya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Mencari Harta dengan Cara Haram

Korupsi, penipuan, riba, manipulasi, dan mengambil hak orang lain mungkin terlihat menguntungkan dalam jangka pendek. Namun harta haram tidak membawa keberkahan. Ketenangan hati tidak dibeli dengan banyaknya harta, melainkan dengan keberkahannya.  Harta haram itu tidak bawa berkah. Di masa muda terlihat kaya, di masa tua hartanya jadi penyakit, anaknya jadi musuh, hidupnya tidak tenang. Dihinakan karena dulu menghinakan hak orang lain. Allah berfirman: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276). 

5. Meninggalkan shalat dan Lalai dari Ibadah lainnya

Masa muda adalah masa ketika tubuh masih kuat dan kesempatan beribadah sangat luas. Namun sebagian orang menunda shalat, mengabaikan Al-Qur’an, dan merasa masih memiliki waktu panjang untuk bertaubat. Waktu muda kuat, sehat, tidak pernah sujud shalat dan tidak merasa butuh Allah. Kelak di masa tua, Allah akan membuat hatinya kosong, gelisah, bahkan penuh ketakutan akan kematian. Sedangkan hati yang jauh dari Allah akan sulit menemukan ketenangan, sekalipun saat tua masih dikelilingi kemewahan dunia. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Hasyr: 19).

6. Mengabaikan Pendidikan Anak

Tidak sedikit orang tua yang bekerja keras memenuhi kebutuhan materi anak, namun kurang memperhatikan pendidikan akhlak dan agama. Anak terkadang hanya dikasih uang, bukan kasih sayang dan Pendidikan syari. Maka di masa tua, kelak anak itulah yang akan membentaknya, menghinanya, bahkan menitipkannya ke panti jompo (naudzubillah). Sungguh sejatinya Ia menuai apa yang ia tanam. Anak membutuhkan teladan lebih dari sekadar fasilitas. Ketika orang tua menanamkan iman dan akhlak sejak dini, mereka sedang menyiapkan kebahagiaan keluarga di masa depan.  Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Berlaku buruk pada pasangan hidupnya

Manusia yang suka merendahkan istri/suami di depan orang lain, melakukan KDRT, maka kemungkinan besar di masa tuanya, saat ia sudah lemah dan sakit-sakitan, pasangannya sudah tidak ada rasa cinta lagi, yang tersisa hanya benci karena kenangan buruk. Maka Ia biasanya dirawat tanpa cinta, dihina, dibentak bentaak dan tentu dia sudah tidak bisa melawan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada istriku, dan jika sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah dia.” (HR At Tirmidzi).

Tips agar masa tua menjadi mulia dan penuh kebahagiaan

Kabar baiknya, siapa pun masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depannya selama hayat masih dikandung badan.

1. Perbanyak Amal Saleh sejak Muda

Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.” (QS. At-Tin: 4-6). Amal saleh yang dilakukan secara konsisten sejak muda akan menjadi bekal berharga hingga akhir kehidupan. Rasulullah ﷺ  menyebutkan salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah: “Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Segera Bertaubat dan Jangan Menunda Perbaikan Diri

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Yang membedakan adalah siapa yang segera kembali kepada Allah. Jangan menunggu tua untuk menjadi baik. Tidak ada jaminan bahwa seseorang akan sampai pada usia tua. Dan Ingatlah Hari terbaik untuk bertaubat adalah hari ini juga. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. At-Tahrim: 8).

3. Manfaatkan Waktu Muda Sebaik-baiknya

Usia muda adalah masa emas yang tidak akan pernah kembali. Kekuatan fisik, semangat belajar, kreativitas, dan peluang berkarya berada pada titik terbaik di masa ini. Mari generasi muda menggunakan waktu untuk menuntut ilmu, membangun karakter yang baik, turut aktif membantu Masyarakat, terus mengembangkan kemampuan dan profesionalisme dan isi hidup dengan amal sosial yang bermanfaat bagi banyak orang. Rasulullah ﷺ bersabda: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim). 

4. Menjadi Manusia yang Memberi Manfaat

Kemuliaan seseorang tidak diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi dari banyaknya manfaat yang ditinggalkannya. Orang yang hidup untuk memberi akan dikenang jauh lebih lama daripada orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri. Tenaga, kecekatan dan kecerdasan masa muda adalah modal untuk menuntut ilmu dan memberi manfaat bagi Masyarakat, dimasa tua terkadang sudah tidak memiliki tenaga dan kecekatan seperti dimasa muda. Memanfaatkan masa muda untuk berkarya dan berkontribusi kepada Masyarakat adalah pilihan paling bijak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath-Thabrani). 

Pada kesempatan ini penulis ingin berpesan pada diri sendiri dan semua generasi muda muslim pada umumnya, mari kita: muliakan orang tua yang masih hidup dan doakan yang sudah tiada, hormatilah orang tua agar anak-anak belajar menghormati kita, gunakan tubuh kita yang masih sehat untuk beribadah dan berkarya, jangan sia siakan setiap kesempatan berbuat baik, jagalah lisan kita agar kelak banyak yang mendoakan kita, bertakwalah kepada Allah dan perbanyaklah berdzikir, masa tua yang bahagia dibangun sedikit demi sedikit melalui iman, akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, dan kontribusi kepada sesama. Sejatinya apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen di masa depan. Usia Muda adalah amanah yang sangat berharga. Jangan sampai ia berlalu dalam kelalaian, lalu meninggalkan penyesalan di hari tua. 

Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua, melindungi kita dari kesalahan yang membawa penyesalan, serta menganugerahkan masa tua yang mulia, tenang, dicintai keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, dan ditutup dengan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.