CiremaiNews.id,Kuningan– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga Jumat (11/9/2026) malam, tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan.
Kebakaran pertama kali diketahui pada Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Kepulan asap terlihat di sejumlah titik Blok Cileutik, kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Manguntapa.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare. Namun, angka tersebut masih dalam proses pemetaan oleh pihak TNGC.
Area yang terbakar berada di sejumlah blok, di antaranya Cileutik, Manguntapa, Panjakroma, Karang Dingding dan Jalan Maling. Vegetasi yang terbakar didominasi pohon sonokeling.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh Balai TNGC, BPBD Kuningan, TNI-Polri, Yonif TP 839/SP, Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Ciayumajakuning, Forkopimcam Pasawahan, pemerintah desa, masyarakat, PMI, serta BPBD Kabupaten Cirebon.
Petugas menggunakan sejumlah peralatan, seperti jetshooter, mesin pompa, selang, nozzle, serta kendaraan double gardan milik TNGC untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Pada Jumat (11/9), api kembali terlihat sekitar pukul 11.45 WIB di Blok Jalan Maling. Tim gabungan kemudian kembali diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
Petugas di lapangan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas menyiapkan dan menyuplai kebutuhan air di Blok Cileutik, sementara tim kedua melakukan penanganan pemadaman di Blok Erpah dan Panjakroma.
Hingga pukul 20.00 WIB, titik api dilaporkan tidak terlihat. Meski demikian, petugas masih melakukan penyekatan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 12-18 km/jam dari arah selatan ke utara.
Dalam penanganan sebelumnya, Bupati Kuningan juga telah meninjau langsung lokasi kebakaran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim gabungan masih bersiaga karena kawasan yang terbakar memiliki potensi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi musim kemarau.(Sumber : Pusdalops PB BPBD Kab. Kuningan,Red)














