CiremaiNews.id,Kuningan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) turun langsung ke lokasi dan menginstruksikan pengerahan warga untuk membantu memadamkan kobaran api.
Dedi meminta camat, kepala desa, hingga pengurus RT dan RW di wilayah sekitar kaki Gunung Ciremai bergerak cepat mengerahkan masyarakat. Desa Seda, Desa Cibuntu, dan wilayah Kecamatan Pasawahan menjadi daerah yang secara khusus diminta terlibat dalam upaya pemadaman.
“Untuk seluruh warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan. Para kepala desanya, ketua RT, RW-nya, camat, segera warganya dikerahkan untuk ikut serta memadamkan api, agar apinya tidak terus menjalar,” tegas Dedi.
Menurutnya, kebakaran yang terus meluas bukan hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung.
“Kalau apinya menjalar, gunung terbakar, maka seluruh warga akan kehilangan kehidupan,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ikut berjibaku membantu pemadaman di medan yang sulit, Dedi menjanjikan kompensasi sebesar Rp 250 ribu per orang untuk satu hari kerja. Ia juga menyiapkan bonus apabila api dapat dipadamkan dalam waktu cepat.
“Kami menyiapkan Rp 250.000 per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus,” tuturnya.
Dedi optimistis, keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar bersama petugas gabungan dapat mempercepat penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai.
“Mari bersama-sama kita padamkan api agar apinya selesai. Kalau ada 1.000 orang warga naik ke sini, dalam 1 jam apinya juga selesai,” pungkasnya.
Pengerahan masyarakat diharapkan dapat membantu mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai salah satu penyangga kehidupan warga di Kabupaten Kuningan.(Tatang Budiman)












