Kekayaan Alam Dan Bencana Alam, Ujian yang Sering Diabaikan

by
banner 468x60

Oleh: Riki Irfan ST M.Si.  (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews.id- Bumi yang kita tinggali merupakan tempat yang sangat Istimewa yang telah dilengkapi berbagai sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan manusia. Di dalam bumi terdapat gunung, sungai, hutan, laut, air tanah, mineral, serta. air menjadi sumber kehidupan.

banner 336x280

Hutan menjadi penyimpan cadangan air, laut menjadi sumber penghidupan, sungai sebagai pusat peradaban, sementara gunung dan tanah yang subur menyediakan berbagai kebutuhan dasar manusia. Semua ini adalah nikmat yang luar biasa yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya, sungguh manusia wajib banyak bersyukur. 

Dilain sisi, Allah menyiapkan Bumi memiliki berbagai potensi bencana seperti banjir, tsunami, tanah longsor, kekeringan, letusan gunung api, dan gempa bumi. Bencana-bencana tentu akan menimbulkan kerusakan, kehancuran baik pada alam dan manusia. 

Bagi orang beriman, kekayaan alam yang melimpah dan bencana alam bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan bagian dari ketetapan Allah yang sama-sama mengandung hikmah dan sebagai bagian dari ujian bagi manusia.

Karunia Kekayaan Alam.

Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia agar memperhatikan alam sebagai tanda kebesaran Allah. Air hujan yang turun dari langit, tumbuhan yang tumbuh di tanah, gunung yang menjulang tinggi, dan lautan yang luas merupakan karunia yang memungkinkan kehidupan berlangsung. 

Sungai, danau, mata air, serta air tanah menjadi sumber utama kehidupan manusia. Ketersediaan air sudah semestinya kita syukuri dan kita jaga tempat tempat yang merupakan sumber air. Selain air, Allah juga telah menganugerahkan tanah yang subur, hutan yang menghasilkan oksigen. 

Bagi orang beriman, seluruh kekayaan alam tersebut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga amanah. Manusia dilarang untuk merusak bumi (alam), sebagaimana firman Allah dalam al-quran: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”(QS. Al-A’raf: 56). 

Manusia diberi hak untuk memanfaatkan alam, namun sekaligus diberi tanggung jawab untuk menjaganya. Kekayaan alam adalah karunia besar yang diberikan Allah kepada manusia dan merupakan tanda kekuasaan Allah bagi yang berpikir. 

Sebagaimana firman Allah dalam al-quran: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164).

Ujian Bencana Alam.

Sebagian kerusakan lingkungan yang terjadi merupakan akibat perilaku manusia sendiri. Ketika manusia rakus mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan keseimbangan, maka alam dapat memberikan respons berupa berbagai permasalahan lingkungan. Kita menyaksikan sendiri bahwa banyak bencana terjadi akibat ulah manusia itu sendiri. Misalnya banjir dipicu oleh penggundulan hutan, pendangkalan sungai akibat sampah, hilangnya daerah resapan air, serta pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan. 

Bencana tanah longsor sering diperparah oleh penebangan pohon di lereng dan pengelolaan lahan yang tidak tepat. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41). 

Bencana alam yang terjadi pada dasarnya cobaan keimanan bagi manusia, pengingat agar manusia tidak merasa paling kuat dan paling berkuasa, sarana muhasabah agar manusia memperbaiki diri dan pembelajaran, agar manusia belajar untuk memitigasi bencana dan bijak pada lingkungan. 

Bencana dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kehidupan. Allah berfiman dalam al-quran: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11).

Ikhtiar Memitigasi Bencana Alam Bagian dari Keimanan.

Orang beriman memandang bencana alam secara lebih luas dibanding sekadar peristiwa fisik terkait bumi, cuaca dan antariksa. Semua penjelasan ilmiah itu terkait bencana alam itu benar ada dan penting untuk dipahami agar bisa dimitigasi. Namun seorang mukmin juga meyakini bahwa semua hukum alam tersebut berjalan atas izin Allah Subhanahu wataala. 

Terkadang kita keliru bahwa terkait bencana alam ini kita cukup berdoa tanpa melakukan ikhtiar. Padahal Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar (usaha). 

Sebagai mukmin, mari terus berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari bencana, kita juga ikthiar menjaga alam, terus belajar dan mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi agar untuk mengurangi resiko bencana, kita wajib mematuhi arahan pemerintah dan ahli kebencanaan dan saling membantu sesama ketika terjadi musibah. 

Manusia wajib berikhtiar membuat langkah mitigasi bencana. Langkah mitigasi tersebut merupakan bentuk ikhtiar yang wajib kita lakukan sebagai orang beriman. Allah berfirman dalam al-quran: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (QS. Al-Anfal: 60). Bersiap siap dan memitigasi bencana juga bagian perintah Allah.

Alam bukan sekadar objek untuk dieksploitasi, tetapi merupakan tanda-tanda kebesaran Allah dan amanah yang harus dijaga. Kekayaan alam mengajarkan manusia untuk bersyukur kepada Allah, sementara bencana alam mengajarkan manusia untuk rendah hati di hadapan-Nya. Baik kekayaan alam atau bencana alam seharusnya mengingatkan kita bahwa manusia hanyalah makhluk Allah yang lemah dan harus bersyukur kepada Allah. 

Sebagaimana firman Allah dalam al-quran: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur, dapat menjalankan amanah dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi. Aamiin.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.