Latih Diri untuk Merasa Beruntung, Bersyukur Pada Semua Hal Kecil dan Raihlah Kebahagiaan Sejati

by
banner 468x60

Oleh: Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews.id- Di zaman modern ini, banyak orang mengejar kebahagiaan melalui harta, jabatan, popularitas, dan berbagai pencapaian duniawi. Namun anehnya, tidak sedikit yang telah memiliki semua itu justru masih merasa kurang, gelisah, dan tidak bahagia. Sebaliknya, kita sering menemukan orang yang hidup sederhana tetapi wajahnya penuh ketenangan karena hatinya dipenuhi rasa syukur.

banner 336x280

Salah satu rahasia kebahagiaan sejati adalah membiasakan diri untuk merasa beruntung. Bukan karena hidup selalu berjalan sesuai keinginan, tetapi karena kita mampu melihat bahwa setiap detik kehidupan adalah karunia dari Allah Subhanahu Wataala. 

Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya masih diberi kesempatan bernapas, beribadah, berkumpul dengan keluarga, dan menikmati berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya, maka ia sedang membuka pintu kebahagiaan yang sesungguhnya.

Mari kita latih senantiasa bersyukur tanpa harus menunggu cita-cita atau Impian kita tercapai dahulu (mengapa membuat syarat yang sulit untuk sekedar bersyukur), kita selayaknya menjadikan alasan ringan untuk bersyukur, misalnya tarikan napas, tegukan air, setiap langkah kaki, dan setiap memandang dan mendengar dapat kita jadikan alasan untuk mengucapkan syukur Alhamdulillah. 

Orang yang mampu melihat dirinya sebagai orang yang beruntung akan lebih mudah merasakan kebahagiaan dibandingkan mereka yang hanya fokus pada apa yang belum dimilikinya apalagi mereka yang senantiasa merasa kurang beruntung dalam hatinya, sungguh mereka telah mencoba menutup kebahagiaan atas dirinya sendiri. 

Latihlah Hati untuk Merasa Beruntung:

Banyak orang berpikir bahwa keberuntungan adalah sesuatu yang datang dari luar diri. Padahal dalam banyak keadaan, keberuntungan sesungguhnya berawal dari cara pandang seseorang terhadap kehidupannya. Dua orang bisa menghadapi keadaan yang sama, tetapi memberikan respons yang berbeda. 

Satu orang mengeluh karena hujan turun dan merasa itu kondisi yang akan mengganggu rencananya. Sedangkan, ada orang lain malah sangat bersyukur karena hujan itu menjadi sumber kehidupan bagi tanaman dan makhluk hidup, menbuat udara menjadi segar. 

Perbedaannya bukan pada keadaan, melainkan pada cara melihat keadaan tersebut. Oleh karena itu, kita perlu melatih diri untuk mengakui bahwa kita adalah orang yang beruntung. Saat bangun pagi, katakan dalam hati: “Alhamdulillah, hari ini Allah masih memberi aku kesempatan hidup.”

Saat diberi kesehatan, ucapkan syukur. Saat mengalami kesulitan, bersbarlah dan upayakan tetaplah bersyukur (ucapkan Alhamdulillah ala kulli hal) karena Allah masih memberi kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

Bersyukur Kunci Kebahagiaan yang Dijanjikan Allah:

Syukur bukan hanya sebatas ucapan “Alhamdulillah”, tetapi kesadaran penuh bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Orang yang bersyukur akan lebih fokus pada apa yang dimiliki daripada apa yang belum dimiliki. Syukur bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi sebab bertambahnya nikmat dan keberkahan hidup. Allah Subhanahu Wataala berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS. Ibrahim: 7).

Kebahagiaan yang dicari banyak orang sebenarnya tumbuh dari hati yang bersyukur. Ketika seseorang mensyukuri hal-hal kecil, maka hidupnya terasa lebih kaya. Sebaliknya, mereka yang selalu melihat kekurangan akan terus merasa miskin meskipun hartanya berlimpah. Pola pikir yang sangat penting untuk selalu Bahagia adalah membandingkan nikmat kita dengan mereka yang kurang beruntung sehingga rasa syukur tumbuh di dalam hati. 

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Melatih hati untuk selalu bersyukur:

Melatih hati agar selalu bersyukur bukanlah pekerjaan sehari atau dua hari, melainkan proses sepanjang hidup. Kabar baiknya, rasa syukur dapat dilatih seperti melatih otot. Semakin sering dilatih, semakin kuat dan menjadi bagian dari kepribadian kita. 

Beberapa praktik yang bisa dilakukan untuk melatih kesyukuran kita menjadi kebiasaan bersyukur, antara lain: Setiap bangun tidur ucapkanlah Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami,  cobalah setiap hari berkata kepada diri sendiri bahwa aku adalah orang yang beruntung, biasakan menulis minimal 3 setiap hari, sering melihat mereka yang berada di bawah kita, perbanyaklah berdzikir karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, ganti keluhan jadi Doa, perbanyak sedekah, berteman dekatlah dengan orang shaleh-orang bersyukur, dan ingat bahwa kebahagiaan itu berasal dari kesyukuran kita kepada Allah. 

Banyak orang mengejar kebahagiaan untuk kemudian bersyukur. Padahal rahasia yang diajarkan Islam justru sebaliknya: Bersyukurlah terlebih dahulu, maka kebahagiaan akan datang. Harta tidak selalu menghadirkan kebahagiaan, tetapi hati yang bersyukur hampir selalu menghadirkan ketenangan.

Latihlah setiap hari sebelum tidur mengucapkan: Alhamdulillah, Ya Allah, terima kasih atas hidupku hari ini. Terima kasih atas kesehatan, keluarga, rezeki, dan kesempatan beribadah. Jadikan aku hamba yang lebih bersyukur. Perbanyak meminta ampunan dan pertolongan Allah agar kita menjadi tenang. 

Mulai hapus Kebiasaan Mengeluh :

Mengeluh tidak akan mengubah keadaan. Sebaliknya, syukur akan mengubah cara kita memandang keadaan. Jika hari ini kita masih bisa melihat, mendengar, berjalan, makan, belajar, bekerja, beribadah, dan berkumpul dengan keluarga, maka sebenarnya kita telah memiliki ribuan alasan untuk merasa beruntung dan wajib bersyukur. 

Upayakan setiap malam mengingat minimal tiga nikmat yang diterima hari itu. Bisa berupa kesehatan, rezeki, pertolongan Allah, pertemuan dengan orang baik, atau kesempatan melakukan amal saleh. Latihan sederhana ini akan membentuk pola pikir positif dan memperkuat rasa syukur. Ingatlah, semakin sering kita mensyukuri nikmat, semakin besar kebahagiaan yang kita rasakan.

Hidup yang bahagia tidak selalu dimiliki oleh mereka yang memiliki segalanya, tetapi oleh mereka yang mampu mensyukuri apa yang dimilikinya. Latihlah diri untuk merasa beruntung setiap hari. Syukurilah setiap tarikan napas, setiap kesempatan hidup, dan setiap karunia yang Allah berikan. 

Tidak perlu menunggu kaya untuk jadi orang bersyukur, jangan pula menunggu sehat sempurna untuk bersyukur, jangan persulit diri dengan menunggu semua impian terwujud untuk bersyukur. Bersyukurlah sekarang juga, disetiap kondisi kita masih hidup ini, karena hidup (waktu) yang masih Allah anugerahkan kepada kita adalah nikmat terbesar bagi kita. Allah Subhanahu wataala berulang ulang berfirman: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman).

Mengejar Keberuntungan Sejati :

Keberuntungan tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau kesuksesan dunia. Keberuntungan sejati adalah falah, yaitu keberhasilan di dunia dan akhirat. Keberuntungan dalam pandangan Allah bukanlah siapa yang paling kaya, melainkan siapa yang paling beriman, dekat dengan Allah dan paling banyak amal salehnya. Allah berfirman: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mu’minun: 1).

Dilanjutkan dengan penjelasan ciri-ciri berikut ini: khusyuk dalam shalatnya, menjauhi perbuatan sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kehormatan diri, menjaga amanah dan janji. Karena itu, seseorang yang hidup sederhana namun rajin beribadah, hatinya tenang, keluarganya harmonis, dan selalu bersyukur bisa jadi jauh lebih beruntung daripada orang yang memiliki kekayaan melimpah tetapi jauh dari Allah.

Beberapa karakter yang dimiliki oleh orang-orang beruntung, yaitu: selalu bersyukur, optimis dan selalu berprasangka baik kepada Allah, senantiasa Berdzikir, sabar dalam Menghadapi Ujian, suka Menolong Orang Lain dan Qanaah atau Merasa Cukup. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qanaah terhadap apa yang diberikan kepadanya.(HR. Muslim). 

Sebagai penutup, penulis mengingatkan diri sendiri dan kita semua untuk mulai melatih hati kita merasa beruntung disetiap harinya dan mengasah untuk diri ini pandai bersyukur, agar memperoleh ketenangan hati menjalani kehidupan di dunia yang penuh cobaan, serta dapat meraih keberuntungan terbesar berupa keridhaan Allah dan kita dimasukkan ke dalam surga-Nya di akhirat nanti. Aamiin. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wallahu alam bishawab.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.