Oleh: Riki Irfan ST M.Si (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews.id- Sebagian kita banyak yang lalai pada kesehatan kita, padahal itu adalah salah satu nikmat besar dari Allah. Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan umatnya: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Kita biasanya baru sadar akan kenikmatan sehat kita sudah sakit dan terganggu aktivitas kita karena penyakit itu. Dalam perspektif Islam, penyakit tidak hanya menyerang tubuh, tetapi juga dapat menyerang jiwa.
Manusia terdiri dari tubuh dan ruh yang keduanya harus dijaga secara seimbang dan bahkan agama Islam memandang kesehatan secara menyeluruh, meliputi kesehatan jasmani, kesehatan mental, kesehatan sosial, dan kesehatan spiritual. Penelitian terkini menunjukkan bahwa kesehatan fisik sangat berkaitan dengan kondisi psikologis dan spiritual seseorang.
Kondisi stres kronis, kemarahan, kecemasan, iri hati, dan kebencian dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, gangguan tidur, depresi, hingga menurunkan sistem kekebalan tubuh. Penyakit hati dapat merusak kualitas hidup seseorang serta menjauhkannya dari kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada kesempatan ini, penulis akan merangkum mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara paripurna serta cara-cara untuk menghindari berbagai penyakit hati yang merusak jiwa manusia.
Kesehatan dalam Pandangan Islam
Dalam pandangan islam, dimensi kesehatan dipandang dalam segala aspek yaitu:
1) Kesehatan Fisik yaitu tubuh yang sehat memungkinkan seseorang bekerja, belajar, beribadah, dan memberikan manfaat bagi sesame.
2) Kesehatan Mental yaitu pikiran yang sehat membantu manusia menghadapi masalah dengan tenang dan rasional.
3) Kesehatan Sosial yaitu kemampuan membangun hubungan yang baik dengan keluarga, tetangga, dan Masyarakat.
4) Kesehatan Spiritual yaitu bagaimana kedekatan kepada Allah yang menumbuhkan ketenangan, harapan, dan makna hidup.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh, akal, dan ruh. Kesehatan menjadi sarana penting untuk menjalankan ibadah dan amal saleh secara optimal. Ketiga unsur ini diberikan kepada manusia agar manusia dapat menjalankan tugas dari Allah yaitu untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56).
Mari ketahui dan hindari penyakit hati
Penyakit hati biasanya terus menggerogoti kita tanpa kita disadari, meskipun orang lain terkadang melihat atau mearasakannya berbeda dengan penyakit fisik terlihat jelas gejalanya. Namun penyakit hati ini sangat berbahaya karena dapat merusak nilai ibadah, hubungan sosial, kesehatan mental, bahkan tidak jarang juga merusak kesehatan jasmani. Allah menyebutkan penyakit hati ini dalam alquran:” “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya.” (QS. Al-Baqarah: 10).
Berikut beberapa penyakit hati yang banyak terjadi pada kita semua, mungkin kita tidak menyadarinya, yaitu:
Marah yang tidak terkendali
Marah merupakan salah satu penyakit hati yang berbahaya apabila tidak dikendalikan. kemarahan yang berlebihan menyebabkan: Peningkatan tekanan darah, Peningkatan hormon stres (kortisol dan adrenalin), Gangguan tidur, Meningkatnya risiko stroke dan Meningkatnya risiko penyakit jantung.
Rasulullah ﷺ bahkan berulang kali memberikan nasihat “ Jangan marah” (HR. Bukhari). Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa metode mengendalikan marah, yaitu: Membaca ta’awudz, Diam ketika marah, Duduk atau berbaring, Berwudhu dan Berdzikir kepada Allah.
Iri hati dan dengki
Dengki adalah ketidakrelaan melihat orang lain mendapatkan nikmat. Penyakit ini dapat: Mengganggu ketenangan jiwa, Menimbulkan stres kronis, Merusak persaudaraan dan Menghilangkan rasa Syukur. Orang yang dengki biasanya lebih fokus pada kelebihan orang lain daripada nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Padahal Islam mengajarkan agar seorang Muslim memperbanyak syukur karena syukur merupakan obat yang efektif bagi dengki. Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
Galau,cemas, dan sedih berlebihan
Perasaan sedih adalah fitrah manusia. Namun kesedihan yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi depresi. Galau muncul akibat terlalu kuatnya keterikatan pada dunia dan kurangnya kedekatan kepada Allah. Kecemasan kronis dapat menyebabkan gangguan tidur, Penurunan imun tubuh, Gangguan pencernaan, Hipertensi dan bahkan Depresi. Allah telah memberikan Solusi dalam Al-Qur’an: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Dzikir, doa, shalat, dan membaca Al-Qur’an terbukti dapat memberikan efek relaksasi dan menurunkan tingkat stres.
Putus asa akan keadaan
Banyak manusia mengalami kekecewaan ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Orang yang terlalu larut dalam kekecewaan berisiko mengalami Depresi, Hilangnya motivasi hidup, Menurunnya produktivitas dan Jauh dari rasa Syukur. Obat paling mujarab bagi kekecewaan adalah bertawakal, ridho dan yakin bahwa seluruh ketentuan Allah mengandung hikmah. Seorang mukmin seharusnya memahami bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah berfirman dalam alquran: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu.”(QS. Al-Baqarah: 216).
Panduan Menjaga Kesehatan lahir dan bathin
Berikut ini beberapa panduan yang penulis coba rangkumkan untuk kita semua berikhtiar menjaga Kesehatan jasmani dan Rohani kita, antara lain:
Menjaga Pola Hidup Sehat dan disiplin diri
Islam mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan dan menjaga Kesehatan jasmani dengan membiasakan mengonsumsi makanan halal dan baik, tidur cukup, Berolahraga, Menjaga kebersihan, Menghindari rokok dan zat berbahaya, mengelola stress, dan melatih mengelola waktu dengan baik dan berdisiplin pada hal positif.
Menjaga Tauhid dan Keimanan
Tauhid merupakan fondasi utama kesehatan spiritual. Ketika seseorang yakin bahwa seluruh hidup berada dalam pengaturan Allah, maka tingkat kecemasan dan ketakutannya akan berkurang.
Menjaga Shalat
Shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi mental dan spiritual. Shalat itu Melatih disiplin diri, Menenangkan pikiran,
Mengurangi stress, mengobati penyakit hati, dan Memperkuat hubungan dengan Allah.
Senantiasa Bersyukur
Syukur meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Orang yang banyak bersyukur, maka hidupnya akan lebih Optimis, Tenang, Bahagia dan diberikan kesehatan mental.
Melatih Sabar
Menjaga hati tetap sabar merupakan kekuatan psikologis yang sangat besar dan sangat besar manfaat bagi Kesehatan mental. Sabar membantu seseorang tetap kuat menghadapi kesulitan tanpa kehilangan harapan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Kesehatan yang sempurna adalah ketika tubuh, pikiran, hati, dan ruh berada dalam keadaan baik. Tidak dipungkiri bahwa banyak penyakit fisik berawal dari hati yang dipenuhi kemarahan, kecemasan, iri hati, kecewa, dan kurangnya kedekatan kepada Allah. Sebagai muslim, penulis mengingatkan diri sendiri dan kita semua agar kita tidak hanya fokus menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga berlatih untuk menjaga kebersihan hati melalui tauhid, shalat, dzikir, syukur, sabar, dan amal saleh.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesehatan lahir dan batin, menjauhkan kita dari penyakit hati, serta menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang bersyukur, bersabar, beriman dan istiqamah dalam ketakwaan. Aamiin.














