MAJALENGKA — Sebanyak 100 pemuda dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten berkumpul di Pesantren Ekologi Al-Mizan, Desa Wanajaya, Kabupaten Majalengka. Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti agenda tahunan Youth Interfaith Camp (YIC) ke-15 yang digelar pada 7 hingga 9 Agustus 2026.
Mengusung tema besar “Toleran Style”, perkemahan lintas iman ini bertujuan untuk memupuk semangat kerukunan antarumat beragama sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.Acara ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan.
- Media Homeless Ciayumajakuning Resmi Dideklarasikan, Jadi Wadah Kolaborasi Media Lokal
- Homeless Media Ciayumajakuning Bahas AI hingga Bisnis Media di Era Konvergensi
- Tina Wiryawati Soroti Persaingan Pencak Silat Dunia, Dorong Regenerasi Atlet Kuningan
- Berpacu Dengan Waktu: Segeralah Perbaiki Kualitas Diri
- Pengamat Soroti Isu Disharmonisasi Dian-Tuti, Minta Komunikasi Diperbaiki demi Kepentingan Masyarakat
Dalam sambutannya di tengah asrinya alam Wanajaya, Dena mendorong generasi muda untuk berani tampil di garda terdepan sebagai agen perdamaian. Di tengah pesatnya dinamika zaman, ia berharap para pemuda dapat mengambil peran aktif dan konsisten dalam merawat persatuan bangsa.Pesan senada juga disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Kiyai Maman Imanul Haq.
Ia menyoroti pentingnya mencetak kader muda yang tidak hanya toleran, tetapi juga militan dalam menjaga kelestarian alam.Menurut Kiyai Maman, implementasi nilai keagamaan yang sesungguhnya sangat erat kaitannya dengan cara manusia merawat bumi. “Menjaga keseimbangan ekosistem, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat lingkungan adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai agama itu sendiri,” tegasnya, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Majalengka, KH. Abdul Mu’iz atau yang akrab disapa Baba. Ia mengaku bangga melihat tingginya antusiasme berbagai organisasi keagamaan dalam mengutus perwakilan pemuda mereka.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti, dan perwakilan Densus 88 Anti Teror Satgas Wilayah Jabar, Satori. Kehadiran jajaran pejabat dan aparat penegak hukum ini menjadi bentuk penegasan bersama tentang pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kerukunan nasional.
Selama tiga hari dua malam, kemah lintas iman ini menjadi wadah interaksi yang hangat bagi para pemuda penganut Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan Cireundeu. Jauh dari hiruk-pikuk kota dan ditemani aliran sungai Wanajaya yang jernih, para peserta saling bertukar cerita, meruntuhkan prasangka, dan bersama-sama merajut jaring perdamaian yang lebih kokoh untuk masa depan. (Nars)














