CiremaiNews,Kuningan – Kreativitas Pemuda Caringin, Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana, berhasil mencuri perhatian dalam Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-528.

Kreasi Replika Paksi Naga Lima yang mereka tampilkan berhasil meraih juara pertama kategori Replika Terbaik.
Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta dalam memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kuningan ke-528.
Replika Paksi Naga Lima dinilai menjadi salah satu karya yang menonjol karena menggabungkan unsur budaya dan kreativitas masyarakat dalam sebuah karya yang ditampilkan pada pawai alegoris.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi seluruh peserta yang telah memberikan penampilan terbaik.
Menurutnya, berbagai replika, kostum, dan atraksi yang ditampilkan membutuhkan persiapan, tenaga, serta kreativitas yang tidak sedikit.
“Ini keren-keren semua. Niat pisan, kelihatan,” ujar Dian saat memberikan apresiasi kepada para peserta.
Dia juga mengapresiasi masyarakat yang rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menyiapkan berbagai properti karnaval.
Menurut Dian, keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan budaya lokal.
Dian berharap kreativitas dan konsep baru dalam setiap rangkaian Hari Jadi Kuningan terus dikembangkan.
Peringatan hari jadi, kata dia, tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga harus mampu memberikan hiburan, membangun kebanggaan daerah, serta memperkuat identitas budaya Kuningan.
“Yang penting urang mah kebenaran dan manfaatnya terasa. Konsepnya jelas,” tegasnya.
Menurutnya, setiap inovasi tentu dapat memunculkan beragam tanggapan. Namun, selama memberikan manfaat dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, pemerintah harus berani melakukan terobosan.
Dian pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan budaya sebagai akar pembangunan daerah.Semangat “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” sekaligus harus menjadi pijakan bersama agar Kuningan terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” pungkasnya.(Tatang Budiman)













