Ciremainews, Kuningan — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada Rabu (21/10/2026) malam. Kobaran api yang membakar vegetasi hutan tersebut memicu kepulan asap tebal yang membubung tinggi di udara.Peristiwa ini dibenarkan oleh Ilham, seorang warga Desa Linggajati yang juga merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Ia menyampaikan titik kebakaran berada di kawasan TNGC di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan.”Betul itu masuknya lewat Desa Seda Kecamatan Mandirancan dengan titik kebakaran di Pasawahan. Jadi yang turun itu MPA yang ada di Mandirancan dan Pasawahan,” tutur Ilham.
Sementara itu, dari pihak Taman Nasional Gunung Ciremai, Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, menjelaskan titik api mulai terdeteksi sekitar pukul 20.44 WIB.
“Terjadi kebakaran hutan dan lahan di Grid 15 M koordinat -6.847357, 108.432047, Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 20.44 WIB. Hasil pantauan patroli udara, api terdeteksi masih menyala di lokasi,” ujar Eska.
Menyikapi bencana ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung bertolak menuju lokasi kejadian untuk memimpin langsung penanganan kebakaran di lapangan.
“Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api,” kata Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di perjalanan dalam unggahan di akun instagramnya, Kamis 22 Oktober 2026.
Dedi menuturkan langkah cepat harus diambil karena jika kebakaran dibiarkan, dampaknya akan semakin meluas. Ia juga berharap seluruh personel di lapangan dapat bekerja secara maksimal.”Semoga seluruh tim bisa bekerja dengan baik dan tidak terlalu lama apinya bisa dipadamkan, walaupun memadamkan api di gunung itu bukan persoalan mudah,” ungkapnya.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak memicu kebakaran baru.”Saya ucapkan terima kasih. Salam untuk semuanya dengan titip pesan pada seluruh warga, jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata,” tegas Dedi.

Saat ini, Tim Brigdalkarhutla TNGC bersama anggota MPA dan masyarakat sekitar masih terus berjibaku memadamkan api yang membakar rumput kering serta pepohonan di area hutan. Total luas lahan yang terbakar hingga kini belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung.













